Permohonan Visa Schengen untuk keluarga dengan anak balita

Untuk keperluan liburan keluarga ke beberapa negara di Eropa bulan Maret 2012, hari ini saya bersama istri dan anak datang ke Royal Netherlands Embassy di Kuningan untuk apply Visa Schengen untuk saya, istri dan anak saya (2.5thn). Minggu lalu, saya telah booking jadwal untuk hari ini (5 Jan) jam 8.30 melalui online bookingnya di http://jakarta.embassytools.com.

Sistem bookingnya pun sedikit menarik. Booking dibuka untuk jadwal selama 2 minggu ke depan, dan pada awalnya hanya dibuka untuk jam 8 pagi (15 aplikasi) dan 8.30 pagi (15 aplikasi). Saat saya booking seminggu sebelumnya, kedua jadwal tsb masih open. Tetapi saat saya cek sehari sebelumnya, ternyata quota sudah penuh sehingga embassy membuka shift selanjutnya (jam 9 pagi) dgn quota 15 aplikasi juga. Berarti memang kita diwajibkan mengisi dulu jadwal terpagi hingga penuh. (Jadilah kita harus nginep ke rumah mertua yang lebih dekat ke Kuningan dibanding rumah kita di Bambu Apus, kalau ga, mesti berangkat jam brp kita dr sana untuk hadir pukul 8.30 pagi di Kuningan??? :))
Pada akhir proses booking, kita mendapatkan lembar undangan embassy yang harus kita print sendiri.Di lembar tsb tertulis nama lengkap dan jam pertemuan yang telah kita pilih. Lembar inilah tanda masuk kita ke embassy. Hanya saya dan istri yang perlu booking, sedangkan anak yang masih dibawah 8 thn tidak perlu booking pertemuan sendiri. Segala form dan dokumen yang jadi persyaratan telah kita bawa, termasuk kelengkapan dokumen untuk anak batita saya.

Setiba di embassy jam 8pagi kurang, ternyata kita diperbolehkan langsung masuk ke ruang tunggu. Di tempat ini barulah kita baca kalau ternyata anak di bawah 8 tahun tidak perlu ikut menghadap. Ya sudah lah, lain kali kalau apply lg ga usah ikut berarti. :) Meski saya sudah buat itinerary sheets yang jelas, tapi saya lihat ada form lembar perjalanan dari kedutaan. Jadilah kita minta form lembar perjalanan tsb dari petugas untuk kami bertiga dan segera kami lengkapi. Ternyata di area itu masih banyak orang yang melengkapi formulir permohonannya, bahkan ada juga yang belum punya. Nampaknya masih ada yg tidak melek internet ya (atau terlampau malas untuk print sendiri?)

Di situ jg tersedia locker untuk simpan tas dan ponsel karena tidak boleh dibawa ke dalam. Hanya sekitar 15menit kami di area tunggu. Kemudian kami dipanggil untuk didata kelengkapan dokumen tiap paspor. Di sini kami dipastikan apakah asuransi perjalanan yang dimiliki yang individu, bukan family package. Petugas ini jg mengecek nama kita apakah ada di daftar hadir yang telah dia punya (ini lah kenapa harus booking via web) dan jg mendata nama anak saya. Karena lengkap, kami dipersilakan masuk ke ruang di dalam gedung, tempat loket penyerahan dokumen persyaratan Visa dan interview. Segala dokumen asli kami bawa masuk (tidak tahu apa saja yang akan ditanyakan nanti nya). Di sini kami ternyata diberikan no antrian lagi. Satu nomer untuk tiap paspor. Nah di sini kami lumayan lama menunggunya, apalagi tanpa gadget di tangan🙂. Sekitar jam 9 akhirnya giliran kami dipanggil, tidak perlu semua menghadap ke loket, tetapi istri saya harus terlihat dari loket.

Semua dokumen fotokopian yang saya siapkan ternyata sudah lengkap, diambil semua, tak bersisa. Petugas loket juga meminta saya untuk menunjukkan akta lahir anak yang asli. Akta lahir asli saya dan istri, dan dokumen asli lain ternyata tidak ditanyakan sama sekali.

Berikut daftar dokumen yang diperlukan :

Dokumen Ayah Ibu Anak
Paspor A dan C A dan C A dan C
Pasfoto 3,5 x 4,5cm 1 lembar 1 lembar 1 lembar
Akta Lahir C C A dan C
Akta Nikah C C C
Kartu Keluarga C C C
Referensi Bank dan Kantor A C C
Bukti Asuransi Perjalanan Individual C C C
Itinerary sheet, Tiket Pesawat dan Pemesanan Hotel C C C

Note: A → Dokumen Asli. C → Fotocopy

disclaimer : Kelengkapan ini hanya berdasarkan pengalaman saya, belum tentu sama persis untuk kasus Anda. Sediakan semua dokumen asli untuk kelancaran proses aplikasi Visa Schengen Anda.

Dia kemudian telaten mendata tiket pesawat dan lembaran bukti booking hotel sesuai dengan itinerary sheet yang saya lampirkan. Tiket kereta benar tidak ditanyakan (mungkin krn saya telah tulis di lembar itu bahwa baru akan booking tiket kereta setelah visa granted). Interview di loket pun tidak banyak, selain karena dokumen lengkap, pasti karena tidak ada yang perlu ditanyakan mengenai keluarga di sana. Kami ajukan untuk tourism, bukan visiting family, meskipun ada tantenya istri saya yang tinggal di Amsterdam dimana kami rencana menginap 6malam di sana (tapi 10 malam di negara lain bayar hotel sendiri kok, hehe). Tante kami sudah cukup ribet mengetahui rencana kunjungan kita, makin senewen lah beliau kalau harus dimintakan segala dokumen/bukti keuangan yang harus dilegilisir walikota setempat yang jadi persyaratan kami. Maka dari itu, saya putuskan lah untuk booking hotel apa aja dulu untuk di Amsterdam, yang free cancellation and no booking fee, yang nantinya pasti akan saya cancel, sehingga kami terbukti dapat menanggung sendiri, tidak perlu ditanggung siapa2 selama di sana. Asal bukti keuangan Anda memadai, silakan strategi ini ditiru loh, hehe..

Setelah semua data divalidasi oleh petugas termasuk bayar uang visa seperti yang tertulis pada loket “cash and fixed money” (tunai dan uang pas), 10 mnt kemudian saya diberikan tanda pengambilan paspor dan visa (if granted) untuk hari ini juga, pada pukul 14.30 nanti. Kaget? Ga dong.. Kita ga kaget, krn sudah baca pengumumannya di sana beberapa menit sebelumnya :p Jadi mulai 15 Desember 2011, aplikasi visa Schengen melalui kedutaan Belanda pada prinsipnya dijamin sehari jadi (selama dokumen lengkap ya). Canggih deh sekarang!! Mungkin jg agar makin banyak turis yang hinggap di Belanda.

Sebenernya ada beberapa hal yang ingin saya konfirmasikan ke petugas loket, tapi terlupakan.

  • Apakah benar asuransi paket family tidak memenuhi syarat ? (jika diperbolehkan, lumayan loh selisih premi nya dengan yang individu)
  • Berapa sebenarnya minimal keuangan yang harus dimiliki, per hari nya ? Karena info dr web hanya €34/hari/orang, tapi ada yang menyatakan harus 50juta rupiah per orang.
  • Bagaimana jika ada perubahan rencana perjalanan di kemudian hari, apakah tidak akan jadi masalah di sana ?

(updated) Alhamdulillah, all passports given with granted Visa! Yihi.. yahaa…

Informasi lengkap mengenai pengajuan Visa Schengen di Kedutaan Belanda ada di link ini.

About MirzArtz

Creative Engineer of my own, Pilot of Honda All New City B158MRZ, Cityzen of HCCI, and co-owner of sewamantel.com View all posts by MirzArtz

9 responses to “Permohonan Visa Schengen untuk keluarga dengan anak balita

  • Rina Putri (@rintul)

    Halo MirzArtz, makasih banget postingan-nya! Sangat membantu.

    Saya boleh nanya sekalian yaaa…Berhubung saya juga akan berjalan-jalan dengan balita, perlu kah menyertakan ‘surat persetujuan ortu yang telah dilegalisir’? Kalau iya, apakah ada template suratnya?

    Terus dokumen referensi bank untuk anak itu gimana ya maksudnya?
    Itinerary sheet harus dijelaskan detil sampai tempat-tempat yang akan dikunjungi per kota atau gimana? (Misal: Hari 1 Paris- Louvre, Hari 2 Paris-Notre dame, dst)

    Saya tunggu share-nya hehehe🙂

    • MirzArtz

      Hai Rina,
      Surat persetujuan ortu itu hanya dibutuhkan jika slh 1 ortu nya tidak ikut.. Tidak ada templatenya dr kedutaan, jd compose aja sendiri (maaf saya blm pernah). Kalo kedua ortunya ikut, ga perlu surat itu, cukup kedua ortu TTD di form visa si balita..

      Surat referensi bank utk anak sih hny berupa copy dr surat ref bank bapak / ibunya.

      Itinerary sheet hanya berupa tabel dgn kolom kota yg disinggahi untuk bermalam, tgl check in/out nya, nama hotel, dan keterangan moda transportasi keluar masuk kota tsb. Tabel ini yg nanti dicocokkan dgn lembar booking hotel dan bukti tiket pesawat yg kita lampirkan.
      Tidak perlu detail rencana perjalanan tiap tanggal nya.

      Semoga cukup membantu..

      • Rina Putri (@rintul)

        Ah makasih banyak MirzArtz!

        Ya ini sangat membantu. Saya masih melengkapi dokumen (termasuk tiket pesawat antar negara di Eropa -walaupun ada yang bilang harus disertakan saat apply visa tapi ada yang bilang enggak-), mudah-mudahan hari Jumat bisa menghadap🙂

        Trims ya sharing-nya😉 btw, kita rencananya juga berangkat bulan Maret (akhir Maret sih), siapa tau kita akan berpapasan di Madurodam atau Leidspeilen😀

  • dewimulyasari

    hai, ingin tahu booking-booking hotelnya via apa? apa tidak masalah jika bookingnya di web seperti booking.com, hostelword.com dan sebagainya?
    terima kasih. dewi

    • MirzArtz

      Tidak masalah kok.. Tp pastikan proceed sampai dpt Booking Confirmation page nya. Kalau ga mau bayar hotel sblm visa approved, berarti cr yg no booking fee and free cancellation saja..

  • luciana

    ada plan apply visa turis kedubes belanda bln juni nanti (for the 1st time) , nah untuk bookingan hotel yg bs di cancel bgs nya cr dimana ya? boleh minta itinerary sample nya yg diajukan ke kedubes belanda gak? trus nulis : booking tiket kereta setelah visa granted..dimana yah?

  • Brava

    Maaf mas, dimana ya ada ketentuan asuransi harus individu dan bukan keluarga? Saya tidak lihat ketentuan ini di website kedubes Belanda.

    Saya rasa ketentuan ini karena asuransi travel keluarga hanya cover anak sebesar maximum 25% dari benefit 1 orang tua. Jadi utk asuransi keluarga dengan 1 ortu dan 1 anak, dengan maximum benefit ortu USD 100,000, si anak hanya bisa dapat maksimum USD 25,000. Kalau 2 ortu dan 2 anak, bapak dapat USD 100,000, istri USD 50,000, masing-masing anak hanya dapat maksimum USD 12,500, jadi dibawah ketentuan Schengen yg EUR 30,000. Saya juga baru tau karena mau beli dari Chartis.

    • MirzArtz

      Iya mas, memang tidak scr lgs tertulis di webnya.
      Tp dg adanya syarat coverage EUR 30000, tidak terkecuali utk anak, maka asuransi family package yg coveragenya mjd spt perhitungan mas di atas, tidak akan memenuhi syarat. Staf kedutaan memastikan itu lbh dulu krn mereka sdh tahu kalau kita beli yg family package, bisa sangat mgkn tertolak aplikasinya krn tdk memenuhi syarat.

      Good Luck

  • tiamuah12

    halo mas MirzArtz, thank God finally found these info while preparing my visa application with same case: traveling with my 2,5 years old daughter🙂
    yg mau aku tanyain klo kita berangkat dan pulang dari amsterdam, jenis visa entries-nya yang multi ya?
    trus pake travel insurance apa, mas, kalo bole kasi rekomendasi? thanks before🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: